Uncategorized

Rally Dollar Picu Penurunan Harga Emas (30-10-2013)

Pada akhir perdagangan dini hari tadi harga emas terpantau mengalami penurunan yang cukup signifikan. Harga komoditas logam mulia ini akhirnya ditutup negatif setelah gagal untuk kembali mencapai level tertinggi dalam 5 minggu. Rally dollar yang terjadi tadi malam mengakibatkan terkikisnya permintaan terhadap logam mulia.
Nilai tukar dollar terhadap rival-rival utamanya mengalami peningkatan dan mencapai posisi paling tinggi dalam 1 minggu seiring dengan dimulainya rapat para petinggi The Fed. Sementara itu harga-harga barang grosir secara tidak terduga mengalami penurunan di bulan September. Ini mengakibatkan turunnya minat terhadap emas sebagai sarana hedging terhadap inflasi. Sementara itu harga minyak mentah yang tergerus juga menjadi faktor yang mengakibatkan terpukulnya harga emas.
Tadi malam The Fed memulai sesi perundingan untuk mementukan kebijakan moneternya ke depan. Nanti malam Fed akan mengumumkan bagaimana kebijakan moneter selanjutnya. Diperkirakan hasil perundingan tersebut masih akan menunjukkan bahwa Fed mempertahankan besaran program pemberlian obligasi bulanan senilai 85 miliar dollar per bulan.
Harga emas spot LLG pada akhir perdagangan dini hari tadi tampak ditutup pada posisi 1344.95 dollar per troy ons. Harga emas spot LLG di akhir perdagangan dini hari tadi membukukan penurunan sebesar 7.50 dollar dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
Harga emas berjangka Comex untuk kontrak Desember tampak mengalami penurunan sebesar 0.5 persen dan ditutup pada posisi 1345.50 dollar per troy ons. Kemarin harga emas berjangka sempat menguat ke posisi 1361.80 dollar, tertinggi sejak tanggal 20 September.
Analis memperkirakan bahwa pergerakan harga emas spot LLG masih berpotensi untuk mengalami kenaikan meski hari ini akan terbatas. Untuk sementara ini harga emas diperkirakan akan bergerak di kisaran 1345 – 1360 dollar per troy ons.

 

Nikkei Sambut Baik Pelemahan Yen
Nikkei rally seiring berlanjutnya pelemahan yen dan merebaknya optimisme jelang pertemuan Federal Reserve. USD/JPY menyentuh 98.26 di awal sesi Asia; semakin menjauhi level terkuat dua minggu 96.93 yang diraih akhir pekan lalu. Jika pelemahan yen berlanjut maka ini dapat membantu memperbaiki daya saing eksportir Jepang di pasar internasional. Investor juga menyambut baik perbaikan produk industri Jepang yang berikan bukti tambahan akan berlanjutnya momentum pemulihan ekonomi terbesar No.3 di dunia tersebut. Meski pertumbuhan produksi industri tidak setinggi prediksi, namun kenaikan produksi industri Jepang sebesar 1,5% untuk bulan September; lebih baik dari penurunan 0,9% di bulan Agustus.
Investor juga terlihat optimis menanti hasil pertemuan Federal Reserve pada Kamis dini hari. Pasar yakin bank sentral AS akan tetap mempertahankan program pembelian obligasinya pasca government shutdowns di awal bulan Oktober. Data AS yang semalam dirilis juga menunjukan masih rapuhnya momentum pemulihan ekonomi Paman Sam sehingga menegaskan masih diperlukannya stimulus Fed. Penjualan ritel AS turun 0,1% untuk bulan September sedangkan optimis konsumen berkurang hingga ke level 71.2 untuk bulan Oktober. Nikkei 225 menguat 0,75% di awal sesi Asia dan kini diperdagangkan di level 14435.

 

Aussie Anjlok Ke Level Terendah 2-Minggu
Aussie Dollar melanjutkan pelemahan ke titik terendahnya dalam 2-minggu terakhir terhadap Dollar AS akibat gubernur Bank sentral Australia (RBA) memberikan peringatan atas nilai mata uang Aussie yang dianggap overvalued.
Gubernur RBA, Glenn Stevens menyatakan bahwa nilai tukar Aussie saat ini tidak konsisten dengan kondisi ekonomi Australia dan memberikan pandangan atas potensi pelemahan Aussie seiring dengan kejatuhan harga komoditas lebih lanjut.
Komentar tersebut menyiratkan keinginan RBA untuk memperlemah Aussie agar dapat mendongkrak daya saing produk ekspor di luar negeri. Menurut Stevens penguatan Aussie saat ini hanya bersifat sementara karena faktor penundaan tapering The Fed paska shutdown dan lemahnya data ekonomi yang dirilis di AS.
Terpantau sejauh ini pairing AUDUSD melemah -0.71% di level 0.9503, setelah meraih titik tertinggi intraday di 0.9574 dan level terendah hariannya di 0.9488.

 


Technical Analysis (30-10-2013)

Rally Dollar Picu Penurunan Harga Emas
Pada akhir perdagangan dini hari tadi harga emas terpantau mengalami penurunan yang cukup signifikan. Harga komoditas logam mulia ini akhirnya ditutup negatif setelah gagal untuk kembali mencapai level tertinggi dalam 5 minggu. Rally dollar yang terjadi tadi malam mengakibatkan terkikisnya permintaan terhadap logam mulia.
Resistance    :  1352.60  1361.40  1374.60            High / Low         : 1344.30 / 1342.30
Support        :  1341.60  1329.00  1310.10            Running Price     : 1342.40
Comment    : Untuk intraday trade hari ini suggest Sell on the rally saat break dibawah level 1341.60 stop loss dilevel 1344.00 target dilevel 1330.50.

Nikkei Sambut Baik Pelemahan Yen
Nikkei rally seiring berlanjutnya pelemahan yen dan merebaknya optimisme jelang pertemuan Federal Reserve. USD/JPY menyentuh 98.26 di awal sesi Asia; semakin menjauhi level terkuat dua minggu 96.93 yang diraih akhir pekan lalu. Jika pelemahan yen berlanjut maka ini dapat membantu memperbaiki daya saing eksportir Jepang di pasar internasional. Investor juga menyambut baik perbaikan produk industri Jepang yang berikan bukti tambahan akan berlanjutnya momentum pemulihan ekonomi terbesar No.3 di dunia tersebut. Meski pertumbuhan produksi industri tidak setinggi prediksi, namun kenaikan produksi industri Jepang sebesar 1,5% untuk bulan September; lebih baik dari penurunan 0,9% di bulan Agustus.
Resistance    :  14540  14635  14780                     High / Low            : 14495 / 14460
Support        :  14335  14225  14095                     Running Price        : 14475
Comment    : Untuk intraday trade hari ini suggest Buy dilevel 14350 stop loss dilevel 14300 target dilevel 14535 atauSell on uptick dilevel 14770 stop loss dilevel 14815 target dilevel 14570 .

Aussie Anjlok Ke Level Terendah 2-Minggu
Aussie Dollar melanjutkan pelemahan ke titik terendahnya dalam 2-minggu terakhir terhadap Dollar AS akibat gubernur Bank sentral Australia (RBA) memberikan peringatan atas nilai mata uang Aussie yang dianggap overvalued.
Secara teknikal, pada sesi perdagangannya hari ini, Rabu (30/10), pasangan Aussie dolar berpeluang untuk bergerak dalam tren negatif.
Melemahnya Aussie terutama diperkirakan segera menguji kembali Support minimal yakni di 0.9420 dan maksimum 0.9400. Adapun, jika Aussie mampu break dan bertahan diatas 0.9471, maka alternative scenario lain yakni Aussie berpeluang untuk menguji Resistance yang ada di area 0.9480 dan 0.9500.

 


Market Review (29-10-2013)

INDEX

Indeks Hang Seng Ditutup Positif Ikuti Bursa Asia Lainnya
hangseng1Bursa saham Hong Kong untuk perdagangan hari Senin kemarin ditutup mengalami kenaikan. Seperti prediksi sebelumnya, bursa saham Hong Kong menunjukan situasi yang positif dimana mayoritas saham-saham unggulan mengalami kenaikan. Naiknya pergerakan bursa juga ditopang oleh optimisme pasar mengenai ekonomi China yang diperkirakan terus mengalami pemulihan.
Indeks Hang Seng ditutup naik 0,68% menjadi 22806,58 basis poin. Sedangkan indeks berjangka mengalami kenaikan sebesar 69,6 poin menjadi 22808 basis poin dengan level support sebesar 22635 poin dan level resistant sebesar 22978 poin.
Saham-saham yang mengalami kenaikan diantaranya ialah saham CCB naik 1,05% menjadi 5,77 hkd, saham Cosco Pasific naik 1,3% menjadi 10,92 hkd, saham China Coal Energy naik 0,21% menjadi 4,67 hkd dan saham Ping An Insurance naik 1,67% menjadi 58 hkd.
Analis memprediksi bahwa pergerakan bursa saham Hong Kong untuk perdagangan hari Selasa ini diperkirakan akan masih berpeluang mengalami kenaikan kembali dan tidak menutup kemungkin akan menyentuh level 23000 basis poin seperti pada pekan lalu.

Indeks Nikkei Meloncat Pasca Konsolidasi
nikkei1
Setelah sempat mengalami konsolidasi pada pekan lalu, bursa saham Jepang diawal pekan ini mengalamo lonjakan yang sangat signifikan. Kondisi tersebut disokong oleh beberapa faktor yang diantaranya ialah ekspektasi positif mengenai laporan keuangan emiten untuk kuartal ketiga lalu dan juga imbas dari penguatan bursa-bursa dikawasan Asia dan bura AS di akhir perdagangan pekan lalu.
Indeks Nikkei mengalami kenaikan sebesar 2,19% menjadi 14396,04 basis poin. Sedangkan indeks berjangka mengalami kenaikan sebesar 250 poin menjadi 14370 basis poin dengan level support sebesar 14088 poin dan level resistant sebesar 14632 poin.
Saham-saham yang mengalami kenaikan diantaranya ialah saham Advantest Corp naik 3,13% menjadi 1287 yen, saham Ajinomoto Co naik 1,62% menjadi 1376 yen, saham Bridgestone Corp naik 1,19% menjadi 3405 yen dan saham Canon Inc naik 2,27% menjadi 3150 yen.
Analis memprediksi bahwa bursa saham Jepang untuk perdagangan hari Selasa ini diperkirakan akan masih mengalami kenaikan dan tidak menutup kemungkinan akan menyentuh kembalo level 14500 basis poin. Beberapa hal yang akan menjadi fokus investor diantaranya ialah data penjualan produk ritel Jepang dan tingkat pengangguran Jepang untuk bulan September.

Indeks Kospi Ditutup Naik, Bertahan Bullish 
kospi1
Bursa saham Korea Selatan untuk perdagangan hari Senin kemarin ditutup meningkat dan berhasil mempertahankan tren positif sejak pekan lalu. Penguatan pada hari ini dipicu oleh adanya sebuah sentimen positif dari kepercayaan pasar yang optimis bahwa bursa saham di kawasan Asia akan terus mengalami kondisi yang positif dalam jangka pendek.
Hal tersebut didasari oleh adanya kondisi peralihan investasi asing ditengah adanya sebuah perlambatan ekonomi Amerika Serikat setelah pemerintah negara tersebut memperpanjang plafon pembayaran hutang luar negeri sampai dengan kuartal pertama tahun 2014.
Indeks Kospi ditutup naik 0,68% menjadi 2048,14 basis poin. Sedangkan indeks berjangka mengalami peningkatan sebesar 2,09 poin menjadi 269,74 basis poin dengan level support sebesar 265,73 poin dan level resistant sebesar 272,11 poin.
Analis memprediksi bahwa pergerakan bursa saham Korea Selatan untuk perdagangan hari Selasa ini. Bahkan tidak menutup kemungkinan bursa akan kembali melewati level 2050 basis poin setelah mayoritas emiten pekan lalu melaporkan bahwa laporan keuangannya mengalami kondisi yang positif.

 

FOREX

Dollar Beranjak Naik Menjelang Rapat FOMC
euro1
Kendati mengalami kenaikan, Dollar AS masih tertahan tidak jauh dari level terendah sejak November 2011 versus Euro di tengah spekulasi bahwa Federal Reserve masih akan mempertahankan kebijakan moneter ultra-longgar dalam rapat pekan ini dan beberapa bulan ke depan. Sementara investor terlihat enggan untuk mendorong Euro lebih tinggi seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa ECB mungkin akan segera mencoba untuk menekan nilai tukar mata uang menyusul beberapa data ekonomi Jerman baru-baru ini, yang menyoroti kerapuhan pemulihan ekonomi.
“Pandangan FOMC yang netral kemungkinan akan diterjemahkan sebagai lampu hijau untuk tetap menjual Dollar sampai data November mulai dirilis pada awal Desember, meskipun telah banyak juga yang mengantisipasi pernyataan dovish bank sentral,” kata Steven Englander, kepala strategi forex pada CitiFX di New York.

Komentar BoJ Iwata Melukai Yen
yen1
Yen melemah untuk 3-sesi beruntun terhadap Dollar AS pasca Deputi Gubernur Bank of Japan, Kikuo Iwata, menegaskan komitmen bank sentral dalam mempertahankan kebijakan pelonggaran moneter yang belum pernah terjadi sebelumnya. BoJ diperkirakan masih akan melanjutkan program pembelian lebih dari ¥7 trilyun ($71,7 milyar) obligasi per bulan sebagai upaya mengakhiri deflasi. Terkait prospek tersebut, sejumlah analis memperkirakan Yen akan menyelesaikan tahun 2013 di kisaran $100.
“Kami masih tetap yakin dengan pelemahan Yen, dan akan semakin melemah pada bulan depan,” kata John Horner, analis mata uang pada Deutsche Bank AG di Sidney. “Kami pikir Abenomics akan berfungsi. Kami berharap akan melihat indikasi lebih lanjut mengenai detail dari langkah-langkah reformasi dalam beberapa minggu dan bulan ke depan, yang akan menambah optimisime terhadap keberlanjutan pergerakan Dollar/Yen.”

Sterling Terpukul Oleh Laporan CBI
sterling1
Sterling merosot terhadap Dollar AS pasca laporan Confederation of British Industry menunjukkan neraca penjualan ritel dalam survey perdagangan distributif anjlok menjadi +2 pada bulan Oktober dari +34 pada bulan September.
Selain jauh lebih lemah dari ekspektasi +33, kejatuhan tersebut juga memacu kekhawatiran tentang keberlanjutan pemulihan Inggris. Sementara yield obligasi Inggris bertahan di sekitar posisi terendah 2-bulan, dengan volume perdagangan yang hanya mencapai separuh dari hari biasanya, seiring cuaca buruk di London dan Inggris selatan menghambat aktivitas pekerja.
“Data CBI mungkin mendatangkan efek negatif,” kata Richard Wiltshire, kepala dealer forex pada ETX Capital. “Namun pergerakan harga Sterling telah cukup lemah. Semakin lama Sterling/Dollar tertahan di bawah $1.6250/60 maka bias akan tetap ranging,” tambahnya.

Aussie Menguat Jelang Pidato Stevens
aussie1
Aussie menguat terhadap mata uang utama jelang pidato Gubernur RBA, Glenn Stevens, dan rapat Federal Reserve selama dua hari besok. Federal Reserve diperkirakan akan tetap mempertahankan program pembelian obligasi sebesar $85 miliar per bulan hingga Maret 2014.
Aussie menguat untuk pertama kalinya dalam empat hari terakhir akibat penguatan bursa saham Asia, menopang permintaan terhadap mata uang dengan yield lebih tinggi.
Glenn Stevens di jadwalkan untuk berpidato besok, sementara RBA akan mengadakan rapat pada tanggal 5 November. RBA 94% diperkirakan akan tetap mempertahankan tingka suku bunga acuan pada rekor terendah 2,50%, spekulasi tersebut sempat menguatkan aussie hingga mendekati level tertinggi dalam lima bulan terakhir.
AUDUSD saat ini diperdagangkan pada kisaran 0,9595 dengan level terendah harian 0,9584 dan tertinggi 0,9614.

 

COMMODITY

Emas Optimis Terhadap Keputusan the Fed
gold1
Emas ditutup naik tipis pada hari Senin kemarin, sempat menyentuh level tinggi 5 pekan setelah data ekonomi AS yang buruk menguatkan pandangan investor bahwa Federal Reserve akan mempertahanakn kebijakan stimulus yang positif untuk emas pada pertemuan kebijakan pekan ini. Pending home sales anjlok sebesar 5.6% di bulan September, penurunan yang jauh melebihi perkiraan dan penurunan terbesar dalam lebih dari 3 tahun. The Fed memulai pertemuan kebijakan selama 2 hari pada hari Selasa dan diperkirakan untuk tetap mempertahankan stimulus pembelian obligasi pada laju 85 milyar dollar per bulan. Sebagian besar analis memperkirakan bank sentral akan menunda penarikan stimulus hingga Maret 2014.
“Emas sangat sensitif terhadap data AS karena jika lebih banyak lagi data yang menkonfirmasi bahwa tapering akan ditunda, hal itu positif bagi pasar obligasi AS dan buruk bagi yield,” uacp Peter Fertig pemilik Quantitative Commodity Research. Emas sejauh ini telah turun hampir 20% tahun ini dalam kecemasan berakhirnya pelonggaran moneter dari bank sentral AS akan meredupkan daya tarik emas sebagai alat lindung inflasi. Bagaimanapun, dalam 2 pekan terakhir, emas telah mencatatkan kenaikan sebesar 7% seiring buruknya data AS dan kebuntuan anggaran di Washington nampaknya akan menunda langkah the Fed untuk memangkan pembelian aset.


Penurunan Output Libya Dongkrak Harga Minyak
minyak2
arga minyak naik tajam pada hari Senin kemarin, dengan minyak WTI ditutup dekat level $99 per barel setelah penurunan pada tingkat ekspor minyak Libia menghidupkan kembali kecemasan mengenai suplai minyak, sementara kenaikan pada output industri AS menguatkan harapan tingkat permintaan. Tingkat ekspor minyak mentah Libia telah turun ke level terendah dalam 6 pekan setelah operasi pada pelabuhan barat kota Zawia ditutup pada akhir pekan lalu. Saat ini Libia mengekspor kurang dari 250,000 barel per hari, menurut kalkulasi Reuters, dibandingkan dengan kapasitas lebih dari 1.2 juta barel per hari.
Output minyak mentah dari negara anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) sebagian kembali pulih di bulan September lalu menyusul keresahan selama berpekan-pekan pada negara di Afrika utara seiring sejumlah ladang minyak di timur masih ditutup. Tingkat produksi minyak Libia sebagai anggota OPEC turun setelah aksi protes pada akhir pekan pada pelabuhan dan ladang minyak, mendorong selisih antara Brent dan WTI meleber hingga mencapai $1.60 per barel.


Technical Analysis (29-10-2013)

NIKKEI (Daily Trade)
nikkei hourly 29 okt 2013
Resistance    :  14365  14505  14635                     High / Low            : 14300 / 14280
Support        :  14150  14095  13935                     Running Price        : 14290
Comment     : Untuk intraday trade hari ini suggest Sell dilevel 14330 stop and reversal saat break diatas level 14365 target dilevel 14175 dan target reversal dilevel 14490.
HANGSENG (Daily Trade)
hsi hourly 29 okt 2013
Resistance    :  22841  22940  23081                    Prev. High / Low    : 22848 / 22720
Support        :  22593  22480  22339                    Closed Price          : 22780
Comment     : Untuk intraday trade hari ini suggest Sell dilevel 22815 stop and reversal saat break diatas level 22841 target dilevel 22630 dan target reversal dilevel 23000.
 
KOSPI (Daily Trade)
ksi hourly 29 okt 2013
Resistance    : 271.95  273.90  275.15                  Prev. High / Low    : 271.10 / 268.85
Support        : 268.25  265.80  264.55                  Closed Price          : 271.05
Comment     : Untuk intraday trade hari ini suggest Sell on uptick dilevel 271.90 stop loss dilevel 272.35 target dilevel 268.80.
XAU/USD (Daily Trade)
xau hourly 29 okt 2013
Resistance    :  1357.90  1374.60  1390.90          High / Low         : 1352.80 / 1351.30
Support        :  1344.10  1335.70  1326.70          Running Price     : 1352.80
Comment     : Untuk intraday trade hari ini suggest Buy dilevel 1349.00 stop loss dilevel 1343.00 target dilevel 1372.00.
 
CRUIDE OIL (Daily Trade)
cruide oil hourly 29 okt 2013
Resistance    :  99.24  100.27  100.67               High / Low        : 98.53 / 98.29
Support        :  98.01  97.35  96.65                  Running Price     : 98.32
Comment    : Untuk intraday trade hari ini suggest Buy dilevel 98.10 stop loss dilevel 97.79 target dilevel 99.18.

 

EUR/USD (Daily Trade)
eur hourly 29 okt 2013
Resistance    :  1.3856  1.3888  1.3968               High / Low          : 1.3792 / 1.3779
Support        :  1.3773  1.3703  1.3581               Running Price      : 1.3784
Comment     : Untuk intraday trade hari ini suggest Sell on the rally saat break dibawah level 1.3773 stop loss dilevel 1.3799 target dilevel 1.3708.

 

USD/JPY (Daily Trade)
jpy hourly 29 okt 2013
Resistance    :  97.55  97.78  98.68              High / Low         : 97.70 / 97.52
Support        :  96.85  96.56  95.79              Running Price     : 97.60
Comment    : Untuk intraday trade hari ini suggest Buy dilevel 97.03 stop and reversal saat break dibawah support level 96.85 target dilevel 97.75 dan target reversal dilevel 96.00.

 

GBP/USD (Daily Trade)
gbp hourly 29 okt 2013
Resistance    :   1.6121  1.6169  1.6253  1.6306        High / Low        : 1.6141 / 1.6071
Support        :   1.6056  1.6003  1.5936  1.5890        Running Price    : 1.6084
Comment     : Untuk intraday trade hari ini suggest Sell on uptick dilevel 1.6112 stop loss dilevel 1.6149  target dilevel 1.6012.

 

USD/CHF (Daily Trade)
chf hourly 29 okt 2013
Resistance    :   0.8964  0.9003  0.9043  0.9098       High / Low          : 0.8966 / 0.8950
Support        :   0.8894  0.8805  0.8761  0.8707       Running Price      : 0.8963
Comment    : Untuk intraday trade hari ini suggest Buy dilevel 0.8966 stop loss dilevel 0.8933 target dilevel 0.9040.

 

AUD/USD (Daily Trade)
aud hourly 29 okt 2013
Resistance    :  0.9585  0.9623  0.9696               High / Low          : 0.9574 / 0.9516
Support        :  0.9482  0.9386  0.9332               Running Price      : 0.9525
Comment     : Untuk intraday trade hari ini suggest Sell on uptick dilevel 0.9580 stop loss dilevel 0.9613 target dilevel 0.9490.

Kemerosotan Nikkei Pemicu Kenaikan Kuat JPY (28-10-2013)

Kemerosotan Nikkei Pemicu Kenaikan Kuat JPY, USD Ditawarkan

Nikkei mengambil kerugian terbesarnya dalam 2 1/2 bulan Jumat lalu menutup 2,8%, terbebani oleh kekuatan JPY terbaru dan kekhawatiran berlama-lama atas pengetatan China.

USD / JPY melanggar 200DMA di seluruh 97.30, yang mengakibatkan kemiringan di bawah 96,94, yang jatuh diduga ditangkap oleh tawaran importir ke 96,80. NZD / JPY dan AUD / JPY mengambil hits besar, mantan mungkin dibantu oleh komentar Gubernur RBNZ Wheeler bahwa tingkat tinggi dapat ditunda dan nilai tukar masih sangat kuat.

USD / NZD turun ke level terendah 2 minggu dari 0,8299, USD / JPY juga pada 80,62. Di tempat lain obrolan pasar atas cadangan diversifikasi ACB tidak akan pergi, penjualan USD terhadap GBP dan CAD disebutkan Jumat lalu. Di depan ada banyak risiko data dari Ifo Jerman, GDP Inggris 3Q dan barang tahan lama AS.

 

Euro Menguat Ciptakan New High

Euro pada perdagangan minggu lalu(21-26 Oktober ) secara umum terpantau menunjukkan tren menguat terhadap Dollar AS. Perdagangan pasangan mata uang EUR/USD ini setelah dibuka pada kisaran 1.3684 di awal minggu perdagangan telah naik sekitar 102 pips atau sekitar 0.74 % dan ditutup pada kisaran 1.3786.

Analis mengemukakan bahwa menguatnya mata uang Euro pada minggu lalu terkait dengan laporan dari Markit (lembaga riset ekonomi dan bisnis) kepada publik bahwa kawasan Uni Eropa menunjukkan performa sektor manufaktur yang semakin baik.

Perkembangan tersebut ditunjukkan dengan adanya kenaikan pada indikator fundamental Flash Manufacturing PMI yang menguat ke angka 51.3 dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 51.1. Adanya laporan yang menguntungkan tersebut menunjukkan kinerja yang sedikit lebih rendah dari estimasi sejumlah ekonom, yang memperkirakan akan dapat naik ke angka 51.4.

Adapun pada perdagangan pada minggu lalu (21-26 Oktober ), range normal perdagangan EUR/USD mingguan diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 1.3680 lalu kemudian di 1.3574 . Sedangkan level resistance pada kisaran 1.3862 kemudian pada 1.3938 .

Pergerakan pasangan mata uang ini diperkirakan akan dipengaruhi oleh beberapa rilis data ekonomi yang diantaranya adalah : GfK German Consumer Climate, Unemployment Rate dan Spanish Flash GDP.

 

Outlook Emas Minggu Ini

Traders yang mengikuti grafik tehnikal dan mereka yang memperhatikan faktor fundamental kedua-duanya memiliki sesuatu untuk dimonitor minggu ini dalam pasar emas, dengan perdagangan emas berada pada sekitar pivotal $1,350 per ons menjelang Federal Open Market Committee (FOMC) Meeting selama dua hari.

Emas berjangka Desember naik pada hari Jumat dan ditutup pada $1,352.50 per ons di Divisi Comex di New York Mercantile Exchange, naik 2.9% pada minggu lalu.

Perak Desember turun pada hari Jumat dan di tutup pada $22.639 per ons, tetapi naik 3.3% selama seminggu yang lalu.

Survey Emas dari Kitco News menunjukkan dari 34 partisipan, 26 yang merespons pada minggu lalu. Dari 26 yang meresponse, 20 melihat harga emas akan naik minggu ini, sementara 5 memandang harga emas akan turun dan 1 orang menganggap harga emas akan sideways. Partisipan pasar emas ini termasuk dealer bullion, investment bank, futures traders dan technical – chart analyst.

Harga emas rally minggu ini, didukung oleh melemahnya dolar AS. Harga emas berjangka Desember pada hari Kamis minggu lalu ditutup sedikit diatas $1,350 dan pada hari Jumat berhasil mengatasi kerugian sebelumnya dan ditutup pada hari kedua diatas $1,350 juga.

Bob Haberkorn, seorang broker komoditi senior, dari RJO Futures menyebut pergerakan ini “impresif bagi pergerakan naik (bull)”

Karena kenaikan mendekati $38 per ons pada minggu lalu, dia melihat pasar masih akan menambah keuntungannya pada minggu ini.

Minggu ini akan ada FOMC meeting, yang akan berakhir pada hari Rabu. The Fed di perkirakan secara luas akan mempertahankan program quantitative easingnya. Para Analis berkata kombinasi dari kurangnya data karena penutupan aktifitas dan pelayanan pemerintah selama tiga minggu dan kemungkinan akan menghantam perekonomian merupakan diantara alasan mengapa the Fed akan melanjutkan program QEnya.

 


Analisa Market News (28-10-2013)

 

Kemerosotan Nikkei Pemicu Kenaikan Kuat JPY, USD Ditawarkan

Nikkei mengambil kerugian terbesarnya dalam 2 1/2 bulan Jumat lalu menutup 2,8%, terbebani oleh kekuatan JPY terbaru dan kekhawatiran berlama-lama atas pengetatan China.

Resistance    :  14245  14310  14380  14505                 Prev. High / Low    : 14460 / 14095

Support        :  14090  13935  13745                           Closed Price          : 14175

Comment    : Untuk intraday trade hari ini suggest Sell on uptick dilevel 14240-55 stop loss dilevel 14325 target dilevel 13960.

 

 

Euro Menguat Ciptakan New High

Euro pada perdagangan minggu lalu(21-26 Oktober ) secara umum terpantau menunjukkan tren menguat terhadap Dollar AS. Perdagangan pasangan mata uang EUR/USD ini setelah dibuka pada kisaran 1.3684 di awal minggu perdagangan telah naik sekitar 102 pips atau sekitar 0.74 % dan ditutup pada kisaran 1.3786.

Resistance    :  1.3856  1.3888  1.3968               Prev. High / Low    : 1.3831 / 1.3773

Support        :  1.3779  1.3703  1.3581               Closed Price          : 1.3802

Comment     : Untuk intraday trade hari ini suggest Buy dilevel 1.3798 stop and reversal saat break dibawah level 1.3779 target dilevel 1.3882 dan target reversal dilevel 1.3708.

 

 

Outlook Emas Minggu Ini

Traders yang mengikuti grafik tehnikal dan mereka yang memperhatikan faktor fundamental kedua-duanya memiliki sesuatu untuk dimonitor minggu ini dalam pasar emas, dengan perdagangan emas berada pada sekitar pivotal $1,350 per ons menjelang Federal Open Market Committee (FOMC) Meeting selama dua hari.

Resistance    :  1357.90  1374.60  1390.90          Prev. High / Low    : 1355.90 / 1335.70

Support        :  1335.70  1327.30  1310.10          Closed Price          : 1351.20

Comment     : Untuk intraday trade hari ini suggest Sell dilevel 1355.50 stop loss dilevel 1361.00 target dilevel 1340.00.

 

 


Emas Melanjutkan Kenaikannya (25-10-2013)

Emas melanjutkan kenaikannya di London dengan tergelincirnya dolar AS ke terendah dalam dua tahun terhadap euro, mendorong permintaan untuk metal berharga sebagai alternatif investasi.

Mata uang AS melemah terhadap kebanyakan pasangan utamanya sebelum sebuah laporan pada hari ini yang kemungkinan akan menunjukkan naiknya klaim pengangguran yang berkelanjutan di AS.

Emas telah mengalami kejatuhan sebesar 20 persen tahun ini dengan menguatnya Indeks Dollar Bloomberg sebesar 1.3 persen.

“Semua karena digerakkan oleh dolar AS,” kata Bernard Sin, kepala trading mata uang dan metal di bullion refiner MKS (Switzerland) SA di Jenewa. Permintaan pisik emas “lambat keluar dari Asia,”

Emas untuk penyerahan segera naik 0.6 persen ke $1,341,90 per ons pada 8:14 a.m. di London.

Emas untuk penyerahan Desember terakhir naik $9.90 menjadi $1,343.90 per ons.

Emas Spot terakhir di kutip naik $9.50 dan berada pada $1,343.75.

Perak penyerahan Desember terakhir di perdagangkan naik $0,168 dan berada pada $22.785 per ons.

 

Data China Kuatkan Nikkei

Nikkei ditutup menguat akibat adanya sentimen positif dari para investor setelah China merilis data aktivitas manufaktur lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Nikkei berbalik dari sebelumnya melemah menuju teritori positif, dan beranjak dari level terendah dua pekan di akhir perdagangan.

Pengukuran awal aktivitas manufaktur China yang dilakukan oleh HSBC kembali menunjukkan peningkatan. Indeks Manufacturing PMI naik menjadi 50,9, dari pengukuran akhir bulan September sebesar 50,2 dan lebih tinggi dari prediksi sebesar 50,4. Angka tersebut merupakan level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir. Sementara itu aktivitas manufaktur versi pemerintah China akan dirilis pada pekan depan.

Spot Nikkei ditutup menguat 60,36 poin atau 0,42% menjadi 14486,41. Sementara Nikkei Futures saat ini diperdgangkan menguat pada kisaran kisaran 14440 dengan level terendah harian 14275 dan tertinggi 14510.

 

Agak Labil, Euro Menguat Hadapi Dollar

Pada pergerakan forex sesi Eropa hari kamis kemarin, Euro secara umum menunjukkan pergerakan naik terhadap Dollar AS setelah dibuka pada 1.3776 di awal perdagangan (00.00 GMT). Kurs mata uang tersebut telah menguat sekitar + 13. pips atau sekitar + 0.09 % dan pada saat berita ini diturunkan nilai bergulir terpantau berada pada 1.3789.

Sentimen positif terhadap Euro nampak menguat setelah Markit (lembaga riset ekonomi dan bisnis) melaporkan kepada publik bahwa kawasan Uni Eropa menunjukkan performa sektor manufaktur yang semakin baik.

Perkembangan tersebut ditunjukkan dengan adanya kenaikan pada indikator fundamental Flash Manufacturing PMI yang menguat ke angka 51.3 dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 51.1. Adanya laporan yang menguntungkan tersebut menunjukkan kinerja yang sedikit lebih rendah dari estimasi sejumlah ekonom, yang memperkirakan akan dapat naik ke angka 51.4. Mata uang Euro terpantau bergerak naik merespon perkembangan tersebut.

Analis mengemukakan analisis fundamental forex harian kurs Euro bahwa range normal pergerakan Euro pada hari kamis kemarin diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 1.3695 dan level resistance pada kisaran 1.3826. Kenaikan Euro nampak masih labil dan masih memiliki kemungkinan untuk mengalami koreksi teknis pada sesi Amerika.

 

 


Analisa Market News (25-10-2013)

Emas Melanjutkan Kenaikannya

Emas melanjutkan kenaikannya di London dengan tergelincirnya dolar AS ke terendah dalam dua tahun terhadap euro, mendorong permintaan untuk metal berharga sebagai alternatif investasi.

Resistance    :  1357.90  1374.60  1390.90          High / Low         : 1347.90 / 1346.00

Support        :  1337.75  1327.30  1310.10          Running Price     : 1347.30

Comment     : Untuk intraday trade hari ini suggest Buy dilevel 1339.50 stop loss dilevel 1334.20 target dilevel 1362.00.

 

 

Data China Kuatkan Nikkei

Nikkei ditutup menguat akibat adanya sentimen positif dari para investor setelah China merilis data aktivitas manufaktur lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Nikkei berbalik dari sebelumnya melemah menuju teritori positif, dan beranjak dari level terendah dua pekan di akhir perdagangan.

Resistance    :  14435  14510  14620  14715                 Prev. High / Low    : 14505 / 14275

Support        :  14360  14255  14090                           Closed Price          : 14410

Comment    : Untuk intraday trade hari ini suggest Sell on uptick dilevel 14700 stop loss dilevel 14750 target dilevel 14380.

 

 

Agak Labil, Euro Menguat Hadapi Dollar

Pada pergerakan forex sesi Eropa hari kamis kemarin, Euro secara umum menunjukkan pergerakan naik terhadap Dollar AS setelah dibuka pada 1.3776 di awal perdagangan (00.00 GMT). Kurs mata uang tersebut telah menguat sekitar + 13. pips atau sekitar + 0.09 % dan pada saat berita ini diturunkan nilai bergulir terpantau berada pada 1.3789.

Resistance    :  1.3837  1.3888  1.3968               High / Low          : 1.3802 / 1.3794

Support        :  1.3780  1.3703  1.3581               Running Price      : 1.3798

Comment     : Untuk intraday trade hari ini suggest Buy dilevel 1.3788 stop loss dilevel 1.3759 target dilevel 1.3900.

 

 

 


Poundsterling Naik ke 3 Minggu Tertinggi (24-10-2013)

Pada perdagangan di Asia hari Rabu kemarin nilai tukar poundsterling tampak masih berusaha melanjutkan kenaikan terhadap dollar AS. Poundsterling Rabu kemarin sempat menguat tajam akibat kondisi dollar yang memang sedang berada dalam pola melemah terhadap rival-rivalnya. Hari Rabu kemarin mata uang Inggris tersebut sudah sempat kembali mencapai posisi harian tertinggi sejak tanggal 1 Oktober yang lalu.

Dollar terpukul mundur akibat spekulasi bahwa The Fed masih akan mempertahankan program stimulus moneternya hingga akhir tahun ini. Indeks dollar melemah hingga mencapai posisi paling rendah dalam delapan bulan belakangan pada sesi perdagangan kemarin. Hari Rabu kemarin indeks dollar masih bergerak di kisaran tersebut.

NFP bulan September di AS ternyata tidak sebesar yang diharapkan. Kondisi ini menjadi pendorong sentiment negatif bagi pergerakan dollar AS karena data ini memberikan sinyal bahwa Fed masih akan mempertahankan program pembelian obligasi bulanan sebesar 85 miliar dollar per bulan.

Rabu kemarin nilai tukar poundsterling terpantau sempat naik hingga berada pada posisi 1.6257 dollar AS. Posisi poundsterling tersebut merupakan yang paling tinggi sejak tanggal 1 Oktober yang lalu. Saat ini poundsterling berada di level 1.6223 dollar, turun tipis dibandingkan dengan posisinya pada penutupan perdagangan dini hari tadi yang berada di level 1.6235 dollar.

Hari Rabu kemarin harga obligasi pemerintah Inggris bertenor 10 tahun mengalami kenaikan sehingga mendorong yield obligasi tersebut ke level paling rendah sejak bulan Agustus yang lalu. Ini merupakan sinyal bahwa para pelaku pasar mencari asset yang memberikan imbal hasil lebih tinggi.

Analis memperkirakan bahwa pergerakan mata uang poundsterling terhadap dollar pada perdagangan hari Rabu kemarin cenderung melanjutkan kenaikan. Untuk hari Rabu kemarin mata uang tersebut diperkirakan mengalami pergerakan pada kisaran 1.6170 – 1.6260 dollar AS.

 

 

Bursa HK Ditutup Rendah; HSI Terjun Dibawah 23.000

Bursa saham Hong Kong membukukan penurunan terbesar satu hari mereka dalam tiga minggu Rabu kemarin, setelah saham-saham di Jepang dan Shanghai terjebak dalam aksi jual mendadak akhir hari.

Index Blue-chip Hang Seng turun 316,04 poin, atau 1,4 %, menjadi 22,999.95 setelah diperdagangkan antara 22,970.52 dan 23,505.79. Volume perdagangan sebesar 71.94 milyar dolar Hong Kong ( US $ 9,28 miliar), naik tajam dari HK $ 58.94 milyar yang diperdagangkan Selasa .

Kekhawatiran baru atas kesehatan sistem perbankan China membebani saham di Shanghai , mengirim benchmark kota turun 1,3% dibandingkan keuntungan di penutupan perdagangan sebelumnya sebanyak 0,7 %. Di Tokyo , investor mencari safe haven dalam yen Jepang, menyakiti saham eksportir pada Nikkei dan menyebabkan indeks untuk menutup 2% .

Setelah dua minggu berturut-turut naik , investor di Hong Kong ” mencari alasan untuk koreksi, ” kata Ben Kwong , chief operating officer di KGI Asia.

Index Hang Seng China Enterprises – yang melacak perusahaan daratan yang terdaftar di kota – turun 1,8 %. Saham bank mengalami kerugian terbesar, Industrial and Commercial Bank of China turun 2,2 % dan China Construction Bank turun 2,3 % .

Dalam berita perusahaan, perusahaan telekomunikasi China ZTE turun 6,6 % setelah laporan laba kuartal ketiga menimbulkan kekhawatiran yang muncul tentang bisnis handset . Penurunan Rabu datang setelah rally 56% memabukkan untuk saham dalam tiga bulan terakhir.

Harapan untuk ZTE adalah “terlalu tinggi,” kata analis Standard Chartered Steve Liu , yang memiliki rating jual pada saham.

 

 

Harga Emas Melemah Akibat Sinyal Turunnya Permintaan dari China

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga emas terpantau mengalami penurunan yang signifikan (24/10). Harga logam mulia melemah di tengah sinyal bahwa permintaan dari China mengalami penurunan. Sementara itu mata uang dollar AS yang bergerak rebound juga mengurangi daya tarik emas sebagai pilihan investasi lainnya.

Harga logam mulia melemah di tengah sinyal melambatnya pembelian emas batangan dan perhiasan di China, negara konsumen emas terbesar kedua di dunia. Sementara itu dollar mengalami rebound dan mengakibatkan emas yang diperdagangkan dalam dollar menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli luar negeri dan mengakibatkan permintaannya mengalami penurunan.

Harga emas berjangka untuk kontrak Desember mengalami penurunan sebesar 0.6 persen dan ditutup pada posisi 1334 dollar per troy ons dini hari tadi. Volume perdagangan tadi malam 39 persen di bawah volume rata-rata dalam 100 hari.

Harga emas telah mengalami penurunan sebesar 20 persen tahun ini dan mengarah kepada penurunan tahunan pertama sejak tahun 2000 lalu. Untuk emas spot LLG dini hari tadi ditutup pada posisi 1333.25 dollar per troy ons, membukukan penurunan sebesar 6.35 dollar dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Analis memperkirakan bahwa pergerakan harga emas baik berjangka maupun spot akan cenderung masih melemah pada sesi perdagangan selanjutnya. Harga komoditas ini diperkirakan akan mengalami pergerakan lanjutan di kisaran 1325 – 1340 dollar per troy ons.

 

 


Analisa Market News (24-10-2013)

Poundsterling Naik ke 3 Minggu Tertinggi

Pada perdagangan di Asia hari Rabu kemarin nilai tukar poundsterling tampak masih berusaha melanjutkan kenaikan terhadap dollar AS. Poundsterling Rabu kemarin sempat menguat tajam akibat kondisi dollar yang memang sedang berada dalam pola melemah terhadap rival-rivalnya. Hari Rabu kemarin mata uang Inggris tersebut sudah sempat kembali mencapai posisi harian tertinggi sejak tanggal 1 Oktober yang lalu.

Secara teknis, pada sesi perdagangannya hari ini Kamis (24/10), pasangan Sterling dolar berpeluang untuk bergerak dalam tren positif.

Menguatnya Sterling terutama diperkirakan segera menguji kembali Resistance minimal yakni di 1.6210 dan maksimum 1.6260. Adapun, jika Sterling tak mampu break dan bertahan dibawah 1.6165 maka alternative scenario lain yakni Sterling berpeluang untuk menguji Support yang ada di area 1.6110 dan 1.6050.

 

 

Bursa HK Ditutup Rendah; HSI Terjun Dibawah 23.000

Bursa saham Hong Kong membukukan penurunan terbesar satu hari mereka dalam tiga minggu Rabu kemarin, setelah saham-saham di Jepang dan Shanghai terjebak dalam aksi jual mendadak akhir hari.

Resistance    :  23171  23363  23529                    Prev. High / Low       : 23525 / 22948

Support        :  22940  22850  22684                    Closed Price             : 22990

Comment     : Untuk intraday trade hari ini suggest Sell on uptick dilevel 23165 stop loss dilevel 23221 target dilevel 22880.

 

 

Harga Emas Melemah Akibat Sinyal Turunnya Permintaan dari China

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga emas terpantau mengalami penurunan yang signifikan (24/10). Harga logam mulia melemah di tengah sinyal bahwa permintaan dari China mengalami penurunan. Sementara itu mata uang dollar AS yang bergerak rebound juga mengurangi daya tarik emas sebagai pilihan investasi lainnya.

Resistance    :  1344.10  1357.90  1368.10          High / Low         : 1332.70 / 1330.00

Support        :  1327.30  1323.75  1312.55          Running Price     : 1332.30

Comment     : Untuk intraday trade hari ini suggest Buy dilevel 1330.80 stop loss dilevel 1325.80 target dilevel 1350.00.